Halo sobat blogger, Bagaimana kabar sobat blogger sekalian ?? Semoga baik - baik saja ya. Dipostingan kali ini akan sedikit membahas mengenai fenomena yang sudah tidak asing lagi yaitu foto 'selfie'. Fenomena foto ‘selfie' saat ini mungkin sudah tidak asing lagi dan banyak dicemooh
sebagai simbol narsisme. Namun baru-baru ini, para kritikus seni mencoba
berpikir ulang dan menempatkan tren baru ini dalam konteks sejarah
seni. Wow sampai masuk kategori Sejarah seni, emang hebat si 'selfie' ini.
Foto ‘selfie’ telah menjadi hal mutlak dalam era yang
disebut sebagai narsisme ini dan tampaknya semua orang melakukannya,
bahkan Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri David Cameron
melakukannya pada saat pemakaman Nelson Mandela.
Tapi apakah foto
‘selfie’ sebuah seni? Menurut para kritikus seni, jawabannya adalah
‘ya’. Banyak karya seni bergambar potret diri yang terkenal, dibuat oleh
pelukis legendaris seperti Rembrandt dan Van Gogh, namun kritikus seni,
Jerry Saltz, menghubungkan fenomena ‘selfie’ ini dengan aliran seni
yang baru.
Meski demikian, kemunculan fenomena foto ‘selfie’
bukannya tanpa sebab. Pada tahun 1935, seniman Belanda M.C Escher sempat
membuat potret dirinya yang diberi judul ‘Tangan dengan bola refleksi’.
Karya ini sangat serupa dengan foto ‘selfie’, memuat ciri-ciri yang
sama dengan foto ‘selfie’ masa kini.Sejarawan seni, James Hall, merunut perkembangan potret dari jaman pertengahan atau ‘middle ages’. Kala itu, fenomena foto ‘selfie’ baru muncul.
James menggambarkan kegilaan akan cermin pada jaman medieval-dimana banyak orang terobsesi akan segala sesuatu yang berhubungan dengan ilmu dan simbol cermin- adalah faktor yang berkontribusi pada kemunculan gambar potret yang luar biasa pada abad ke-12 dan setelahnya. James secara spesifik merujuk pada karya Jan van Eyck di abad ke-15 yang berjudul ‘Potret Arnolfini’.
Kini, foto ‘selfie’ juga memainkan peran sebagai pemantau detil kehidupan, termasuk siklus berita. Jerry mengungkap, ketika ia menyaksikan kehancuran Wall Trade Center (WTC) pada 11 September, ia sempat mengambil foto saat menara WTC yang kedua ambruk, tapi saat itu ia tak berpikir untuk melakukan foto ‘selfie’. Tapi tentu saja, jika itu terjadi sekarang, segalanya akan berubah.
“Di halaman depan New York Post beberapa minggu lalu, ada gambar seorang perempuan yang mengambil foto ‘selfie’ dengan latar aksi bunuh diri. Saya juga melihat beberapa foto ‘selfie’ dari orang-orang yang mengikuti tur ke kamar gas di Auschwitz,” ujar Jerry.
Kritikus New York mengatakan, aliran foto ‘selfie’ ini tak diterima secara luas oleh para kurator, yang melihat fenomena ini sebagai sesuatu yang ‘bukan level mereka’.
Sumber :
http://www.tribunnews.com/australia-plus/2014/05/08/sejarah-singkat-foto-selfie

0 Komentar untuk "Sejarah Singkat 'Selfie'"