Assalamualaikum sobat blogger postingan saya kali ini akan membahas tentang Domain Modelling. Istilah domain model memberikan pengertian mengenai penggambaran obyek
nyata terhadap situasi riil dari suatu lingkup area/domain melalui
perwujudan ide abstraksi kelas (conceptual class). Domain model umumnya
digambarkan memakai notasi UML class diagram berikut notasi attribute,
association, role dan multiplicity. Oleh karena itu dalam penyajiannya,
domain model mampu menjelaskan informasi properti, aturan dan
keterhubungan relasi antar kelas sehingga secara tidak langsung domain
model juga memiliki peranan sebagai data model yang diperlukan sistem.
Tetapi apakah itu mengartikan domain model sama dengan data model?
Dalam bukunya Applying UML and Pattern, Craig Larman menegaskan “a domain model is not a data model (which by definition shows persistent data to be stored somewhere)”. Saya setuju dengan penegasan Larman ini serta menambahkan bahwa sobat dapat saja mengekstraksi data model dari domain model yang telah ada (dalam subbab berikutnya, Larman menuliskan tentang motivasi penulisan domain model sebagai usaha penekanan gap perancangan model OO antara ketika tahapan analisis dan tahapan design). Melalui penyusunan domain model diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat tahap perancangan solusi masalah.
Domain model membantu pengembang dalam menangkap abstraksi, perbendaharaan kata dan informasi yang terkandung dalam setiap jargon kata. Hal ini menjadikan domain model dapat mencakup seluruh kelas obyek yang dimiliki oleh lingkup area/domain tertentu. Beririsan dengan data model yang hanya terbatas oleh obyek-obyek kelas yang perlu diingat informasinya. Domain model memperbolehkan masuk sebuah obyek kelas tanpa atribut (cukup memiliki “behavior role”), sedangkan data model mengharuskan obyek kelas yang beratribut (perlu “information role”).
Lebih lanjut, penegasan itu juga memberikan siynal bahwa domain model berbeda dengan “domain layer” yaitu suatu lapisan dalam arsitektur sistem yang berada dibawah “presentation layer” yang tersusun atas domain objects–obyek entitas yang berhubungan dengan logik proses bisnis. Domain layer memiliki erat kaitannya dengan data model dimana sama-sama tersusun atas domain objects yang saling berelasi.
Sebagai catatan penting, domain model juga tidak mengisyaratkan suatu pembentukan software object seperti kelas pada JAVA, C# dan bahasa OO lainnya. Tetapi (lagi-lagi!) Anda dapat mengekstraksi dari padanya.
Dalam bukunya Applying UML and Pattern, Craig Larman menegaskan “a domain model is not a data model (which by definition shows persistent data to be stored somewhere)”. Saya setuju dengan penegasan Larman ini serta menambahkan bahwa sobat dapat saja mengekstraksi data model dari domain model yang telah ada (dalam subbab berikutnya, Larman menuliskan tentang motivasi penulisan domain model sebagai usaha penekanan gap perancangan model OO antara ketika tahapan analisis dan tahapan design). Melalui penyusunan domain model diharapkan dapat mempermudah dan mempercepat tahap perancangan solusi masalah.
Domain model membantu pengembang dalam menangkap abstraksi, perbendaharaan kata dan informasi yang terkandung dalam setiap jargon kata. Hal ini menjadikan domain model dapat mencakup seluruh kelas obyek yang dimiliki oleh lingkup area/domain tertentu. Beririsan dengan data model yang hanya terbatas oleh obyek-obyek kelas yang perlu diingat informasinya. Domain model memperbolehkan masuk sebuah obyek kelas tanpa atribut (cukup memiliki “behavior role”), sedangkan data model mengharuskan obyek kelas yang beratribut (perlu “information role”).
Lebih lanjut, penegasan itu juga memberikan siynal bahwa domain model berbeda dengan “domain layer” yaitu suatu lapisan dalam arsitektur sistem yang berada dibawah “presentation layer” yang tersusun atas domain objects–obyek entitas yang berhubungan dengan logik proses bisnis. Domain layer memiliki erat kaitannya dengan data model dimana sama-sama tersusun atas domain objects yang saling berelasi.
Sebagai catatan penting, domain model juga tidak mengisyaratkan suatu pembentukan software object seperti kelas pada JAVA, C# dan bahasa OO lainnya. Tetapi (lagi-lagi!) Anda dapat mengekstraksi dari padanya.
Nah, itulah pembahasan tentang Domain Modelling, semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih sudah mampir
jangan lupa comment atau share artikel ini Wassalamualaikum.
Tag :
Programing

0 Komentar untuk "Domain Modelling"